0

Things I wish I knew before I gave birth to my child

There are some things I wish I knew before I gave birth to my (first) child. I hope you’ll find it useful.

 

  • Whatever you’ll do with your baby, people will find something to comment about. My suggestions are to read a lot, google a lot, ask a lot and learn a lot. Then, just be firm with your decision. Mother knows what’s best for her children.

 

  • During the pregnancy, your belly will expand to accommodate the growth of the baby and you will feel itch all over it. I’ve been warned not to scratch it but no one can really feel how bad it was than myself. Indonesia is a tropical country, Jakarta is a hot metropolitan area, and the air conditioner in my office was broken. Because of those reasons above, I was sweating all over and feeling itches all over my body. I couldn’t bear and stand it so I scratched it again and again. Since I didn’t have full-body mirror and had not been able to look under my belly for months, I was quite shocked to find out that it was already full of purple, red and brown stripes or stretch marks. Four months after giving birth, they’re still there, unchanged, getting even more prominent. It is a badge of motherhood but if I can have it disappeared, I would be happier since it makes me lose some confidence of my body.

 

  • Moms who decide to breastfeed her baby probably won’t be in such a hurry to get a breast-pump after giving birth. But, consider having it sooner than later. Working moms should build their milk-stash early while work-at-home moms should also prepare a certain amount of it, just in case they need to leave the baby for a while.

 

  • First time moms should opt for manual breast pump in the beginning then shift to electric type after getting a steady amount of milk. I chose the electric type from the start for efficiency reason then realised that I did not get the satisfying amount of milk. I tried the manual pump and turned out getting better result.

 

  • You will end up having a lot of everything, especially if it is your first child. Just buy an adequate amount of each items ’cause there’s a big chance that you will get more as gifts from family and friends. For me, I ended up having a lot of baby blanket and bath towels, some of them are still in its packaging. And as I was saying before, because I used electric breast pump in the beginning, I also ended up stacking some bottles suitable for that pump but later neglected them after shifting to manual breast pump because they had different neck size. I also have different types of bottle-nipples which I don’t use anymore since: 1) the hole is too small for my baby and she got angry because it was quite difficult to suck the milk in, 2) The frequency of direct-breastfeeding is increased and she refuse to drink breastmilk from bottle.

 

  • Open your baby-gifts immediately. I delayed it cause I assumed that I will get the same stuffs over and over again while I needed something else. I bought what I need and found out that the unopened gift was exactly the stuff that I needed and had just bought earlier. What a bummer! I also got a lot of baby clothes specific for certain months and put it somewhere to be opened when my baby has reached that months. But babies grow fast and suddenly you ran out of clothes. Out of curiosity, I opened some clothes for 6 months-baby and found out that they were even already too small for my 3 months old baby! What a waste.

 

  • Rent rather than buy, think twice before rent. You don’t have to always buy everything, Nowadays, there’s an option to rent some stuffs to test out whether they are suitable for you or for your baby before finally buying it. But, even before rent, think again. Do you really need that item? Take me as an example. I was feeling the urge to buy baby car seat but I would only use it for a short moment. So I decided to get a baby car seat rent for 2 months since I wanted to get around everywhere with my baby without having to wait someone else to accompany me. Suddenly after renting, I didn’t feel like driving by myself cause my baby was always want to direct-breastfeed, the traffic was always terrible and it was much easier to get around everywhere with Uber. So, the baby car seat is still there, untouched and unused, until the rent time is up.

 

Well, that’s it for now. I will update more when I find out more later.

 

Advertisements
0

Pregnancy+

Buat ibu-ibu yang baru pertama hamil kaya saya, saya saranin download aplikasi Pregnancy+ deh di HP. Membantu banget. Kan banyak tuh yang udah tau hamil pas masih awal-awal sambil ga tau apa-apa tea tapi buat nanya-nanya ke orang lain atau bahkan ke keluarga sendiri kok kaya terlalu awal juga yah. Nah, ini dia solusinya! (iklan pisan, kaya yang di-endorse aja haha..)

Tapi beneran deh, aplikasi ini lengkap banget infonya, dari apa yang terjadi tiap hari dan tiap minggunya sama tubuh dan jabang bayi kita saat hamil, panjang dan berat standar si bayi, ukurannya kira-kira udah segede apa tiap minggu, foto USG 2D dan 3D bayi, tracking berat badan kita, sampe tempat nyatet jadwal kunjungan ke dokter dan ide nama-nama bayi cewek atau cowok.

Saya yang tinggalnya jauh dari Ibu dan ga bisa setiap saat nanya juga ke Ibu mertua, terbantu banget sama segala informasi yang disediakan aplikasi ini. Di saat saya bingung ini badan kok rasanya gini ya. Mau nanya entar ketauan hamil, padahal belum mau bilang-bilang. Diem-diem aja malah panik dan khawatir sendiri. Eh, alhamdulillah info yang disediain hari itu ternyata ngejelasin tentang hal yang lagi saya pertanyakan itu. Jadi saya juga bisa cerita ke suami kalo ternyata keluhan saya yang kemarin-kemarin itu penyebabnya begini looh, blablablabla.. suami jadi ngga was-was lagi.

Tapi sayangnya, aplikasi ini cuma free sampai hari ke-99, begitu saya mau buka hari ke-100 ternyata harus bayar, hiks.. Sempet berkontemplasi beberapa lama sih, seminggu lebih ada kayanya, kira-kira worth it ngga sih bayar buat aplikasi ini, abis ngga punya kartu kredit. Tapi karena udah jadi kebiasaan tiap hari untuk ngecek info disini, selama beberapa hari ngga bisa akses aplikasi saya jadi merasa sedikit kehilangan arah, akhirnya bilang ke suami buat pinjem kartu kredit dan bayar kelanjutannya sampe tamat (ngelahirin). Harganya kalo ngga salah Rp 69ribu.

Begitu udah bisa diakses lagi, saya ngebut baca info seminggu terakhir yang saya ketinggalan dan nyesel banget kenapa pake mikir lama buat bayar aplikasi ini. Keluhan-keluhan saya selama seminggu terakhir ternyata ada jawabannya disini. Tapi yaudahlah, yang penting udah bisa lagi.

Lewat aplikasi ini saya juga jadi bisa ngebandingin berat badan bayi saya sama standar normalnya harusnya segimana. Eh ternyata, dari awal berat bayi saya udah jauh meninggalkan standar, haha.. Saya segala dimakan sih, soalnya ngga ada yang bikin mual atau muntah, semua makanan enak dan saya makan semua yang enak, hehe..

Picture1

Tapi paling kaget waktu kontrol di minggu ke-34, dokternya bilang minggu ini standarnya 2300-2400 gram ya Bu, eh anak saya ternyata 2600 gram lebih. Saya inget-inget lagi, terakhir kontrol itu hampir sebulanan yang lalu karena dokternya cuti makanya saya jadi ngerasa agak bebas dan banyak makan-minum yang dingin dan manis. Abisnya makin lama makin gerah banget, dan hanya makanan-minuman dingin manis yang bisa menyegarkan dahaga dan bikin saya hepi lagi. Eh, anaknya malah jadi kegedean. Dokter terus wanti-wanti, 2 minggu lagi beratnya saya harap tetep di kisaran ini yah. Waduh, gimana caranya ya dok?

2 minggu selanjutnya saya lewati dengan was-was, makan ngga tenang tapi tetep banyak, minuman dingin manis saya kurangiiin banget. Begitu kontrol, alhamdulillah berat badan saya ngga berubah jauh dari 2 minggu lalu, tapi begitu dicek dokter, eh anaknya ko malah nambah 300 gram jadi 2,9 kg!! Lemes deh sama panik. Harus gimana lagi biar anaknya ngga naik drastis berat badannya. Mana gula darah saya rendah, jadi kaya simalakama: kurang makan, berat anaknya ngga naik tapi saya pusing banget. Kalo makan, berat anaknya naik tapi saya seger. Emang lebih gampang itu naikin daripada nurunin yah.

“Ibu, ini anaknya udah 2,9 kg di minggu ke-36. Kalau mau lahir normal, jangan kegedean anaknya nanti Ibu susah ngeluarinnya. Mulai sekarang minumnya air putih aja, kurangin nasi dan yang manis-manis.”, dokter ngasih wanti-wanti lagi.

Hari pertama kedua setelah kontrol, saya jadi ngga makan nasi sama sekali tapi banyakin sayur dan lauk. Ibu saya yang udah mulai nemenin di rumah semenjak saya cuti terus nawarin nasi karena khawatir asupan nutrisi saya malah kurang tapi saya tetep nolak.

Tapi emang dasar lidah orang Indonesia ya, hari ketiga keempat saya ngga kuat terus makannya heboh lagi pake nasi porsi normal. Untungnya hari Sabtu, pas saya jadwal kontrol itu, hari pertama puasa Ramadhan ini, jadi saya ikutan puasa deh sambil khawatir jangan-jangan anaknya udah 3 kg lebih soalnya saya ngerasa perut saya makin gede aja kesini-kesini.

Begitu ketemu dokter, ditanya, “Berat bayinya minggu lalu berapa sih?”

“Kalo ngga salah 2,914 kg deh dok.”

“Ibu puasa?”

“Iya dok.”

“Bagus bagus,  ini berat anaknya turun dikit sih jadi 2,8 kg”

Wah, artinya sesuai standar berat bayi 37 minggu di Pregnancy+!! Alhamdulillah, senengnya luar biasa. Artinya seminggu ke depan saya bisa makan dengan tenang, haha.. Ternyata puasa ngaruh banget yah. Saya beberapa kali ngajak ngobrol bayi saya mencoba ngasih pengertian dan nguatin dia juga supaya ngga kaget diajak puasa.

Udah dari 3 minggu lalu dokter juga nanyain apa ASI saya udah keluar. Sayangnya belum sampe sekarang, khawatir lagi deh. Kenapa yah? Saya udah rajin bersihin, udah banyakin sayur tapi belum ada tanda-tanda kesitu. Dokter akhirnya nyaranin supaya frekuensi makan vitamin pelancar ASI-nya ditambahin jadi 2x sehari. Mudah-mudahan berhasil deh.

Minggu depan pas jalan 38 minggu, jadwalnya saya periksa panggul untuk menentukan apa saya bisa lahiran normal dan berapa baiknya ukuran bayi saya supaya bisa keluar dengan lancar lewat panggul saya. Sejauh ini sih dari hasil kontrol, posisi bayi saya kepalanya udah di bawah dan udah masuk rongga panggul makanya kadang kerasa sensasi keteken-keteken gitu. Artinya sebentar lagi nih, deg-degan deh.

Bismillah… Semoga dilancarkan dan diberi kemudahan. Mohon doanya ya 🙂