Simpelnya urusan rumah tangga di Amerika

Setelah membaca tulisan Bu Neneng, saya jadi merenung betapa tugas dan tanggung jawab Ibu-ibu, khususnya di Indonesia, itu begitu besar: harus bisa mengurus suami, anak (yang rata-rata lebih dari 1) dan rumah sekaligus di sela-sela berbagai kesibukan (bekerja ataupun beraktivitas sosial). Betapa besarnya ekspektasi dan tekanan untuk ibu-ibu menjaga rumah agar rapi dan bersih setiap hari. Dan betapa rumah-rumah di Indonesia itu sangat high-maintenance. 

stock-vector-set-of-housewife-icon-in-flat-style-homemaker-cleaning-ironing-cook-wash-and-shopping-vector-309449171

Saya baru sekitar 3 bulan tinggal di Amerika, bertiga saja dengan suami dan anak saya yang masih bayi, Alya. Kami menyewa apartemen tipe 1-Bedroom yang cukup luas. Untuk bertiga rasanya lebih dari cukup. Teman-teman kami yang sudah menikah rata-rata menyewa apartemen dengan ukuran jauh lebih kecil.

Sebagai istri dan ibu, tentu saya yang harus bertanggung jawab mengerjakan berbagai pekerjaan rumah sambil menyiapkan segala kebutuhan suami dan anak. Alhamdulillah, saya merasa dimudahkan dengan simpelnya urusan rumah tangga di Amerika ini, walaupun terkadang tetap terasa sulit karena anak saya sedang sangat membutuhkan perhatian dan tidak bisa ditinggal-tinggal walaupun hanya ke ruangan sebelah.

Tempat tinggal di Amerika cukup compact dan sederhana. Pilihannya bisa rumah atau apartemen. Keluarga dengan anggota lebih banyak tentu lebih memilih rumah tapi untuk kami apartemen sudah cukup memadai. Perabotan yang diperlukan cukup yang utama seperti meja, sofa, kasur, karpet, dan rak-rak kecil untuk baju anak atau kebutuhan lainnya. Rata-rata lemari sudah built-in dalam bangunan. Model jendela dengan window blind, bukan gorden. Kalau perlu tempat untuk menyimpan barang-barang lain seperti buku-buku, kabel, bahkan bumbu, saya sering reuse kardus-kardus bekas paket Amazon. Lumayan mengurangi sampah dan pengeluaran, hehe.. Tidak ada pekarangan tidak masalah karena banyak taman dimana-mana.

Selanjutnya, disini tidak perlu nyapu dan ngepel setiap hari karena jarang sekali ada debu. Saya biasanya seminggu sekali bersih-bersih pake vacuum cleaner, ngepel lebih jarang lagi. Cuci baju tidak perlu tiap hari juga, cukup 4 hari atau seminggu sekali, dan baju langsung siap dipakai lagi dalam 1,5 jam karena memakai pengering. Setrika tidak perlu untuk tiap baju, apalagi waktu musim dingin karena tertutup jaket tebal terus. Rumah tidak harus selalu rapi karena jarang ada tamu (kalau ada yang mau bertamu pasti harus janjian dulu beberapa hari sebelumnya). Alhamdulillah suami juga maklum dan sangat pengertian, kalau waktu dia pulang kuliah rumah masih berantakan, berarti saya memang belum sempat beres-beres karena harus masak, ngurus Alya atau perlu me-time. Dia tahu kalau saya sudah senggang pasti saya beres-beres, atau kalau saya perlu bantuan dia dengan sukarela mencuci baju ke basement, bersihin apartemen pake vacuum cleaner, gantian memasak atau cuci piring.

Ini yang paling saya suka: rumah disini bersih, ngga ada binatang. Rumah kami di Bekasi suka kedatengan banyak cicak, tikus dan kecoa, yang saya takuti dan jijik banget! Disini paling cuma semut. Kalau sampai ada binatang seperti yang saya sebutin sebelumnya sepertinya kena house inspection dan harus dibasmi dulu sebelum bisa ditinggali.

Selanjutnya, urusan dapur juga tidak kalah simpel.Rak-rak penyimpanan sudah built-in juga sehingga bahan makanan atau peralatan dapur bisa disimpan dengan rapi di dalam. Rata-rata semua tempat tinggal punya oven dan microwave sehingga saya sangat jarang goreng-goreng disini. Sekalinya mau masak yang harus digoreng sekarang rasanya jadi sangat repot. Bikin bumbu atau makanan Alya tinggal pakai food processor. Susahnya mungkin karena bahan makanan yang familiar untuk kami susah ditemui disini sehingga saya harus memutar otak memikirkan menu makanan keluarga yang bahannya gampang dibeli disini dan masih tetap sesuai selera. Saya dan suami juga tidak terlalu strict untuk urusan makanan Alya, kalau sempat bikin sendiri alhamdulillah, tapi kalau mau ngasih puree yang sudah jadi yang kami beli di supermarket dan dikasih teman (yang dapat voucher gratis dari pemerintah tapi anak bayinya ngga suka puree) juga ngga masalah.

Yang penting saya ngga stress, karena ngurus apartemen (yang padahal ngga ada apa-apanya dibanding rumah di Indonesia) dan keluarga, terutama Alya yang lagi sering rewel dan punya separation anxiety, ternyata sangat stressfull! Saya udah beberapa kali mengalami baby blues disini karena ngurus Alya itu takes time and energy banget, saya ngga sempat mengurus diri sendiri, apalagi rumah. Kalau udah gini, saya biasanya ngajak Alya keluar, main ke perpustakaan atau jalan-jalan di sekitar neighborhood karena saya dan dia mungkin lagi sama-sama sumpek di rumah. Atau kalau suami udah pulang, dia langsung take over gantian ngajak main Alya dan memberikan saya sedikit break time supaya bisa istirahat dan menenangkan diri sebentar.

Kembali ke renungan saya di awal tadi, mengurus rumah di Indonesia memang jadi keliatan susaaah sekali karena perbedaan cuaca, budaya dan gaya hidup jika dibandingkan dengan disini, apalagi tanpa bantuan ART. Saya salut sama semua ibu-ibu yang bisa tetap waras di tengah segala tekanan dan pekerjaan rumah yang tidak ada habisnya, mungkin karena dekat dengan keluarga dan kedekatan personal dengan tetangga yang susah didapat disini. Apalagi karena saya belum menemukan komunitas yang pas dengan kondisi sekarang (dengan Alya), bahkan dengan sesama orang Indonesia karena yang tinggal di daerah dekat kampus lebih banyak pelajar yang belum menikah. Rata-rata yang sudah berkeluarga dan punya anak tinggal cukup jauh dari sini. Saya jadi membayangkan nanti kalau sudah pulang ke Indonesia sepertinya ingin tinggal di apartemen saja yang relatif lebih dekat ke kantor supaya bisa diurus sendiri dan waktu tidak habis di jalan menghadapi kemacetan.

 

 

 

Advertisements

2 thoughts on “Simpelnya urusan rumah tangga di Amerika

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s