The Future of The Environment : The Green Megacity

Back then, when i took “Seminar Studi Futuristik” class on my 7th semester (about a year ago), i had no idea that this class will be so much fun.

By turn, the students presented his/her one big invention for future city. Not actually his/her own invention for sure, but an invention from the internet, haha.. Since presenting the idea became our obligation in this class, we named it ours then 😀

It is so much fun to see other student’s ‘invention’. But the biggest fun i had of course from my ‘invention’ itself.

My big invention is the one that i thought the best *Everybody thought so of his/her own ‘invention’ 😀

I was quite sure about that because after my presentation, my lecturer asked me again about my ‘invention’s name while his face expressed some curiosity. I was guessing that he would browse it on the internet after class 🙂

Its name is The Green Mega City (from Cliff Kuang). It combines many smart innovations from the scientists, engineers and designers for a sophisticated yet energy-saving future city, considering later the population is getting bigger and the needs of its people are also increasing drastically.

The idea was so comprehensive. Starting from the transportation, it offers electric city car or POD car, driverless bus, and Maglev Skytrans. For recreation, it has power sidewalks and algae park. To fulfill the needs of food, there are vertical farm and ocean on tap. And for refueling, it uses energy paint, tidal turbine and wave machine. All innovations scattered prevalently on the downtown, pedestrian area, farms, housing area, office area, etc.

I think you should also go check it out by yourself here. You have to see it by yourself.

Now I feel that the future seems so bright! *dazzling*

icon_cool

Note: on September-October 2014, the link was still working and the presentation was still available. But when I checked it last week, unfortunately Popsci have removed it and sadly, the presentation I saved was in my laptop which was stolen a few years ago and I didn’t have any backup. I apologize for not being able to help you when many people came across my blog to find that information. I really hope they republish it. 

Advertisements

ingin ingin ingin itu banyaaak sekaaaliii

Saya pengen banget punya 3 barang ini. Beli pake uang sendiri atau dikasi *ngarep gila, sapa yang mau ngasi? hihihi..

Saya merasa butuh iPod soalnya saya sering banget terjebak dalam situasi menunggu (orang lain yang janjian sama saya juga butuh banget kalo gitu, haha..) dan ga ada kerjaan. Daripada bengong, mendingan dengerin musik kan. Asyik sendiri

Buat barang kedua, Lomo Supersampler, saya pengen aja. Efek yang dihasilin keren, fotonya kebagi jadi 4 gitu, kaya gini ni :

Uang sih ada, tapi uang sebulanan. Hidup pake apa saya kalo uangnya saya beliin ini semua. Mana sekarang masih awal bulan lagi. Nanti aja abis sidang, trus minta ke papa 😀

Naaah, yang ketiga ni paling mantep. Dan paling mahal. Sekarang udah berapaan ya di pasaran? masih 10 jutaan lebih kali ya. Kata reviewnya sih ini “The Best Semi Pro SLR in 2009. Live View and Movie capable.”

Saya seneng foto-foto pemandangan. Mengagumi alam ciptaan Tuhan. Atau ekspresi-ekspresi orang, menyenangkan 🙂

Nih salah satu foto bagus saya *geer, padahal gara-gara kameranya yang bagus. Pake Nikon D5000 pinjeman 😀

My Capture (using Nikon D5000 pinjeman:P)

Buat yang baru bisa mimpi pengen punya kamera mahal (kaya saya), trus telaten dan kreatif, bisa ni bikin kamera sendiri. Click here

Sebenernya yang saya pengenin masih banyak sih. Mobil pribadi, rumah, dll. Tapi satu-satu dulu aja deh, hahaha..

sedikit lagi!

–Wah, udah lama ga ngeblog 😀

Lima hari menuju sidang (Yang sudah sejak setahun lalu mulai saya kerjakan dan saya idam-idamkan untuk cepet beres, tapi mundur terus, haha..). Anehnya, saya belum ngerasa deg-degan sama sekali. Ga tau gara-gara ppt-nya udah jadi (walaupun masih baru latihan 1 kali), 5 hari masih cukup lama, atau gara2 sudah ber-positive thinking soal pengujinya *moga-moga aja positive thinkingnya bener.

Nurutin saran Papa yang bilang kalo saya harus tanya-tanya sama temen-temen yang udah lulus sidangnya ditanyain apa aja, akhirnya saya tanya salah satu temen saya yang baru kemaren lulus sidang. Di jurusan saya, mahasiswa bisa kapan aja masukin draft untuk sidang, asal masih sesuai dengan jadwal yang dikasi TU. Sidangnya ada 2, Sidang Pembahasan (SP) dan Sidang Ujian (SU). Biasanya, pertama kali itu kita ngajuinnya Sidang Pembahasan. Kalau misal draft kita dan presentasinya udah cukup bagus, bisa aja SP ini di-upgrade jadi SU. Kalau masih banyak revisinya, harus dibenerin dulu, baru bisa sidang lagi, namanya SU.

Temen saya kemaren diharuskan 2x sidang sama pembimbingnya. Jadi pertama dia cerita sama saya gimana SP itu. Katanya, waktu SP biasanya dosennya masih baik-baik, nanya yang cuma ada di draft atau presentasi kita. Nah, kalo SU, beliau-beliau ini mulai agak sedikit galak dan nanya sesukanya, kadang yang jauh dari topik. Saya langsung panik, latar belakang studi saya banyak dari UU tapi saya akuin saya ga baca satu-satu karena itu UU, haha..

Tapi overall, saya cukup pede dengan TA saya ini. Bisa dibilang ini proyek idealis dan perfeksionis saya sebagai mahasiswa. Topik besarnya saya pikirin sendiri (walaupun kemudian diarahkan ke satu fokus sama pembimbing). Manfaatnya juga bener-bener saya pikirin (saya lebih suka mengerjakan sesuatu yang hasilnya bisa lebih mudah dilihat atau dipraktekin).  Saya ngobrol banyak dengan orang-orang yang punya pandangan berbeda mengenai suatu hal. Saya banyak kenal orang-orang yang punya dedikasi buat pembangunan daerahnya. Saya belajar banyak dan semoga aja hasilnya juga bermanfaat.

Tinggal latihan presentasi, baca-baca lagi, berdoa dan minta doa 🙂

Abis lulus ngapain ya? Saya penasaran sama dunia kerja. Temen-temen saya yang udah pada kerja sih bilangnya “Enakan kuliaaaah. Kerja capeek.” But working is (for sure) a consequence for growing up. Saya ga tau saya ngerasa excited atau gimana ntar, hehe.. tapi yang jelas, kita emang harus move on terus.

Saya pengen kerja di UNDP atau BAPPENAS. Ada divisi yang menurut saya cocok dengan interest saya di bidang regional development atau community development. Nanti kalo udah kerja 2 tahun, mungkin saya mau apply beasiswa DAAD ke Jerman. Hihihi, sampai sekarang sih masih mimpi-mimpi aja, ga tau ntar kalo udah lulus dan kenyataan ternyata tidak mendukung saya untuk tetep idealis seperti waktu jadi mahasiswa kaya gini 😀

Everything has been figured out, except how to live.

So, live your life to the fullest 🙂